
BANYUMAS – Masalah aksesibilitas kesehatan di wilayah pelosok kembali mendapat perhatian nyata. Guna memangkas jarak dan kendala biaya masyarakat dalam mendapatkan hak medis dasar, Islamic Medical Service (IMS) bersama PT Indo Vest Global Pratama, dengan dukungan penuh dari Muslim World League (MWL), menggelar Program Klinik Medis Bergerak dengan layanan pengobatan gratis pada Minggu (21/06/2026).
Aksi kemanusiaan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Hidayatullah, Dusun II, Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas ini sukses menjaring antusiasme besar. Tercatat, sebanyak 545 warga lokal hadir untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan komprehensif serta intervensi medis secara cuma-cuma.

Selama ini, letak geografis Dusun II Limpakuwus yang cukup jauh dari pusat fasilitas kesehatan perkotaan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi warga setempat saat membutuhkan penanganan medis yang cepat. Hadirnya tim medis lapangan IMS menjadi solusi taktis yang langsung menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.
Ketua tim medis yang memimpin jalannya aksi pengobatan, dr. Alif, menjelaskan bahwa sebagian besar warga yang datang mengeluhkan penyakit yang dipicu oleh faktor usia dan aktivitas fisik harian mereka sebagai petani.
“Mayoritas warga yang kami periksa mengalami keluhan seperti hipertensi, rematik, hingga penyakit kulit. Dengan keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan formal, banyak dari mereka yang membiarkan gejala tersebut tanpa penanganan. Di sini kami hadir memberikan pemeriksaan menyeluruh, edukasi pola hidup sehat, serta membekali mereka dengan obat-obatan yang memadai untuk dikonsumsi pasca-kegiatan,” ujar dr. Alif di sela-sela kesibukannya melayani pasien.

Manfaat langsung ini dirasakan oleh salah seorang warga Dusun II Limpakuwus, Ibu Sumarni (52), yang datang membawa keluhan linu sendi yang sudah dideritanya berbulan-bulan.
“Sangat bersyukur sekali ada pengobatan gratis ini. Biasanya kalau mau ke puskesmas atau rumah sakit jauh dan butuh ongkos transportasi yang tidak sedikit. Hari ini alhamdulillah bisa diperiksa langsung sama dokter, dikasih obat, dan semuanya gratis. Pelayanannya ramah sekali, kami merasa sangat diperhatikan,” ungkap Ibu Sumarni dengan mata berkaca-kaca.
Selain fokus pada pemulihan kesehatan fisik, akselerasi program kemanusiaan ini juga diintegrasikan dengan pemenuhan kebutuhan sosial. Di lokasi yang sama, panitia menyalurkan bantuan pakaian layak pakai yang langsung didistribusikan kepada warga penanggung manfaat.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah sekaligus Tokoh Masyarakat setempat, Ustadz Muhajir, menegaskan bahwa kehadiran program kolaboratif ini memberikan dampak instan yang sangat signifikan bagi warganya.
“Akses layanan kesehatan yang cukup jauh dari wilayah kami selama ini membuat warga sering menunda pengobatan. Oleh karena itu, kehadiran pengobatan gratis dari IMS dan para mitra sangat membantu masyarakat Limpakuwus untuk mendapatkan penanganan keluhan medis secara cepat dan tepat,” ujar Ustadz Muhajir. Ia juga menambahkan bahwa paket bantuan sosial berupa pakaian layak pakai kian melengkapi kebahagiaan warga hari itu.
Melihat besarnya dampak nyata dari sinergi ini, Direktur Utama IMS, M. Ikhsan Taufik, S.Psi, S.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat sekaligus menegaskan visi besar lembaga ke depan.
“Aksi di Banyumas ini merupakan manifestasi dari komitmen IMS untuk meruntuhkan sekat-sekat geografis yang selama ini menghalangi masyarakat pelosok mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Indo Vest Global Pratama dan Muslim World League (MWL) atas kepercayaan dan kolaborasi yang luar biasa ini. IMS akan terus bergerak, menyisir wilayah-wilayah yang minim fasilitas, agar kehadiran Klinik Medis Bergerak ini bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan di seluruh penjuru Indonesia,” tegas M. Ikhsan Taufik.
Melalui keberlanjutan Program Klinik Medis Bergerak ini, IMS berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan kesehatan promotif, preventif, dan kuratif ke berbagai wilayah penunjang yang membutuhkan di seluruh Indonesia.
