
JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci yang penuh keberkahan, BAZNAS RI bersinergi dengan Islamic Medical Service (IMS) menyelenggarakan program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan 1447 H. Mengusung slogan “Pesantren Jalan Cahaya”, kegiatan pembinaan ini berlangsung selama dua hari pada 07-08 Maret 2026, dipusatkan di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jl. Cipinang Cempedak I, Otista Raya No.14, Jatinegara, Jakarta Timur.
Program pesantren kilat ini diikuti secara intensif oleh 100 orang peserta yang merupakan masyarakat marginal. Secara spesifik, program ini membina sub-kelompok yang terdiri dari Anak Jalanan, Masyarakat Pra Sejahtera, Komunitas Punk, hingga kelompok Preman. Selama kegiatan, para peserta mendapatkan bimbingan akidah, ibadah praktis, serta dukungan psikososial, termasuk layanan hapus tato bagi peserta terpilih sebagai simbol keseriusan dalam berhijrah.

Ketua Umum DPP Hidayatullah sekaligus Tokoh Masyarakat, KH. Naspi Arsyad, Lc, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. “Pesantren Jalan Cahaya ini adalah bentuk dakwah yang merangkul dan tidak memukul. Kita ingin saudara-saudara kita, baik dari kalangan punk maupun preman, merasakan bahwa pintu hidayah dan kasih sayang Allah terbuka luas bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan-Nya,” tutur beliau.

Ahmad Khotibul Umam dari Divisi Pendidikan Dakwah BAZNAS RI, menyampaikan bahwa program ini adalah ikhtiar untuk menghadirkan oase spiritual bagi mereka yang jarang tersentuh dakwah formal. “Melalui semangat Pesantren Jalan Cahaya, BAZNAS RI hadir untuk memastikan manfaat zakat menyentuh akar rumput dan menguatkan tauhid mereka yang berada di jalanan agar tetap memiliki harapan di bulan Ramadan,” ujarnya.

Direktur Utama Islamic Medical Service (IMS), Ustadz M. Ikhsan Taufik, S.Psi, S.Pd, menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan sangat humanis. “Di sini kita tidak hanya membina secara rohani, tapi juga memberikan solusi nyata bagi hambatan fisik mereka melalui layanan hapus tato. Kami ingin proses hijrah kelompok marjinal ini mendapatkan pendampingan medis dan spiritual yang layak dan aman,” jelasnya.
Salah satu peserta dari perwakilan komunitas jalanan, mengungkapkan rasa harunya saat mengikuti kegiatan. “Biasanya kami merasa asing di tempat ibadah, tapi di Pesantren Jalan Cahaya ini kami disambut seperti keluarga. Kami diajarkan mengaji dan dirangkul dengan tulus tanpa dipandang sebelah mata. Ini adalah jalan baru bagi kami untuk menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi titik balik bagi para peserta untuk terus istiqomah dalam kebaikan dan menjadi bagian dari masyarakat yang berdaya melalui pendampingan berkelanjutan dari BAZNAS RI dan IMS.
